Indonesia Pecah Telur, Greysia Polii/Apriyani Rebut Emas

Pebulutangkis ganda putri Indonesia Greysia Pollii/Apriyani Rahayu merayakan kemenangan atas ganda putri Korea Selatan Lee Sohee/Shin Seungchan dalam semifinal Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Sabtu (31/7/2021). Greysia/Apriyani menang 21-19, 21-17 dan melaju ke final. ANTARA FOTO - Sigid Kurniawan
02 Agustus 2021 13:18 WIB Newswire Olahraga Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Indonesia pecah telur di perolehan medali emas Olimpiade Tokyo menyusul kemenangan pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu (Greysia/Apriyani), atas ganda China, Qing Chen Chen/Yi Fan Jia, dalam final bulu tangkis Olimpiade, di Musashino Forest Sport Plaza Tokyo, Senin (2/8/2021).

Greysia/Apriyani berhasil menjadi juara setelah memenangi laga final ini dengan skor 21-19, 21-15. Mereka menjadi ganda putri Indonesia pertama yang berhasil merebut medali emas Olimpiade. Pasangan ganda putri itu juga menjadi penyumbang pertama perolehan emas Indonesia di Olimpiade edisi kali ini.

Inilah sejumlah fakta dari pertandingan ini:

Dari segi usia, peringkat, dan head-to-head kubu lawan lebih diuntungkan. Greysia, 33 tahun, dan Apriyani, 24 tahun, saat ini berada di peringkat keenam bulu tangkis dunia. Qing Chen Chen, 24 tahun, dan Yi Fan Jia, 24 tahun, menempati ranking ketiga dunia. Dalam pertemuan sebelumnya, pasangan Indonesia masih tertinggal 3-6.

Kedua pasangan sama-sama tampil di final Olimpiade untuk pertama kalinya. Greysia/Apriyani bahkan menorehkan rekor sebagai ganda putri Indonesia pertama yang tampil di final Olimpiade.

Pada game pertama, Greysia/Apriyani tampil meyakinkan. Mereka mampu tampil tenang di tengah tekanan lawan.

Sempat tertinggal satu angka, Greysia dan Apriyani menyamakan kedudukan pada poin 1-1. Mereka terus memimpin, lalu disamakan lawan pada poin 11-1. Setelah itu, mereka terus melesat.

Keduanya sempat kehilangan empat poin beruntun dari posisi 19-14, tapi kemudian mampu kembali menemukan permainannya dan akhirnya merebut game awal itu dengan 21-19.

Pada game kedua, kondisi nyaris sama kembali tercipta. Setelah skor 1-1, Greysia/Apriyani terus melesat meninggalkan lawannya.

Greysia/Apriyani terus bermain maksimal di game kedua ini. Poin demi poin mereka raih dan terus mengungguli lawannya. Pergerakan poin berikut bisa jadi gambaran dominasi mereka: 3-1, 3-2, 7-2, 7-4, 8-5, 9-7, 11-7, 16-9, 18-10.

Setelah bermain selama 60 menit, Greysia/Apriyani akhirnya berhasil memastikan kemenangan dengan merebut set kedua itu dengan skor 21-15. Poin terakhir sempat di-challenge, lawan, tapi akhirnya dinyatakan masuk. Keduanya lantas larut dalam kebahagiaan luar biasa.

Greysia/Apriyani berhasil menjaga tradisi emas. Bulu tangkis selalu jadi andalan Indonesia untuk merebut medali emas Olimpiade.

Ketujuh emas Indonesia dari pesta olahraga empat tahunan ini semuanya diraih dari bulu tangkis. Sejak 1992, hanya pada 2012 bulu tangkis gagal menyumbang emas.

Dalam perebutan medali perunggu ganda putri Olimpiade Tokyo, pasangan Korea Selatan, Kim So-Yeong / Kong Hee-Yong, menang atas rekan senegaranya, Lee So-Hee / Shin Seung-Chan, dengan skor 21-10, 21-17

Sumber : Bisnis Indonesia