Anthony Ginting Simpan Bonus Miliaran Rupiah untuk Hari Tua

Pebulutangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting (kanan) memeluk pelatihnya Hendry Saputra seusai mengalahkan tunggal putra Denmark Anders Antonsen dalam perempatfinal Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Sabtu (31/7/2021). Anthony Sinisuka Ginting berhasil lolos ke semifinal setelah menang 21-18, 15-21, dan 21-18. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan - foc.
07 Agustus 2021 11:37 WIB Newswire Olahraga Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 Anthony Sinisuka Ginting mengungkapkan bahwa bonus berlimpah yang mereka terima akan digunakan untuk bekal tabungan di hari tua.

Ginting sadar bahwa atlet merupakan profesi yang tidak menjamin kehidupan hingga hari tua. Sebab, jika atlet semakin berumur maka performa pun akan kian menurun sehingga sulit untuk terus berprestasi.

Oleh karena itu, pria berusia 24 tahun itu mengatakan akan menggunakan setiap bonus yang mengalir kepada dirinya untuk ditabung demi mempersiapkan kehidupan masa depan ketika pensiun nanti.

“Kalau di bulu tangkis mungkin di umur 30-32 tahun sudah banyak yang pensiun. Jadi (bonus) ini salah satu nilai tambah buat kami karena kami harus mempersiapkan hari tua,” tutur Anthony dalam jumpa pers virtual di Jakarta, Jumat (6/8/2021).

“Dana ini kalau buat saya pasti ditabung karena kami tidak bisa terus berprestasi di hari tua,” ujar dia menambahkan.

Tak jauh berbeda dengan Anthony, peraih medali emas Olimpiade Apriyani Rahayu juga menyampaikan bahwa sebagai atlet yang mempunyai batas umur untuk bisa bersaing kompetitif maka dirinya harus pintar dalam mengelola bonus yang ia terima.

“Karena kami punya batasan umur maka harus pintar menabung apa yang sudah kami dapat. Pintar-pintar bisnis supaya uangnya terus berputar,” katanya.

Rencana serupa juga disampaikan peraih perunggu Windy Cantika dan Rahmat Erwin Abdullah.

“Sebenarnya tidak kepikiran buat apa-apa, jadi ditabung saja. Kalau ada keperluan tiba-tiba baru dipakai. Tapi untuk sekarang ditabung,” kata Rahmat.

“Saya juga belum kepikiran jadi sama sepertinya ditabung juga,” tutur Windy menimpali.

Sementara itu, peraih perak Olimpiade Tokyo Eko Yuli Irawan berencana untuk membangun usaha agar ia tetap berpenghasilan ketika sudah pensiun nanti.

“Ya tetap ada harus ditabung, tetapi kami harus mendiskusikan dengan orang rumah juga karena sudah berkeluarga, ada anak, ada tanggung jwab ke depan. Jadi lebih ke bagaimana cara menghasilkan di luar olahraga ini,” kata Eko.

Para peraih medali Olimpiade telah dijanjinkan bonus tidak hanya dari pihak swasta, pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), pemerintah provinsi hingga pemerintah kota/kabupaten juga sudah menyiapkannya.

Berdasarkan pengalaman di Olimpiade Rio 2016, peraih medali emas Olimpiade bakal diguyur bonus masing-masing Rp5 miliar dari pemerintah pusat, sedangkan peraih perak dapat Rp2 miliar, dan perunggu Rp1 miliar.

Sumber : Antara