Jelang PON XX, Papua Diberi Waktu 2 Pekan untuk Turunkan Kasus Covid-19

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto / Youtube Sekretariat Presiden RI
05 September 2021 15:17 WIB Dany Saputra Olahraga Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah menargetkan penurunan kasus Covid-19 di Provinsi Papua sebelum pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Jayapura, Papua yang akan dibuka pada 2 Oktober 2021 mendatang.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, saya harus meng-update kondisi terakhir penanganan Covid-19 dan kesiapan PON di Papua, baik dari sisi dukungan pemerintah pusat, provinsi, sampai ke kabupaten/kota, terutama 5 kabupaten/kota yang terkait langsung dengan penyelenggaraan PON," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada Rapat Koordinasi (Rakor) bersama kepala daerah di Jayapura, Papua yang dikutip dari siaran resmi, Minggu (5/9/2021).

BACA JUGA : PON Jadi Panggung Atlet Junior, Bukan Elite Level Dunia

Kelima kabupaten/kota yang dimaksud adalah Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, Kabupaten Mimika, Kabupaten Merauke dan Kabupaten Keerom sebagai penyangga.

"Saya titip ke jajaran Forkompimda, supaya tingkat kasus ini bisa diturunkan dalam 1-2 minggu ke depan,” ujarnya.

Rakor tersebut dihadiri baik secara virtual dan fisik, oleh kepala daerah, Ketua DPRP, Forkompimda, dan Kepala OPD Provinsi Papua, serta para Bupati/ Wali Kota bersama Forkompimda Kabupaten/ Kota se-Provinsi Papua, Sabtu (4/9/2021).

Airlangga yang juga merupakan Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), menyampaikan hasil evaluasi pelaksanaan PPKM dan memberikan arahan langkah-langkah perbaikan, serta mendengarkan aspirasi dan masukan dari para kepala daerah di Papua.

Adapun, jumlah kasus aktif di Provinsi Papua per 3 September 2021 mencapai 12.378 kasus, atau masih meningkat 6,80 persen dibandingkan per 9 Agustus lalu.

Kondisi ini menjadikan provinsi Papua memiliki jumlah kasus aktif terbesar kedua, di luar Jawa dan Bali, di bawah Provinsi Sumatra Utara yang sebanyak 19.422 kasus.

Meski demikian, secara umum di tingkat nasional terjadi penurunan kasus aktif di daerah luar Jawa-Bali, yaitu di wilayah Sumatra sebesar -48,41 persen; Nusa Tenggara sebesar -71,20 persen; Kalimantan sebesar -60,25 persen; dan Maluku-Papua-Papua Barat sebesar -29,26 persen.

BACA JUGA : Pon XX Papua, Menpora Klaim Sejumlah Persiapan Telah

Khusus Provinsi Papua, per 3 September 2021, jumlah kasus aktif kumulatif dari tahun lalu adalah 32.568 kasus atau 0,79 persen terhadap share nasional. Sementara, kasus aktif seminggu terakhir adalah 12.378 kasus atau sebesar 38 persen.

Di sisi lain, persentase kumulatif dari awal pandemi sampai 3 September 2021 yang terdiri dari tingkat kesembuhan yaitu 19.832 kasus atau 60,9 persen, dan tingkat kematian 358 kasus atau 1,10 persen.

Untuk itu, Airlangga mengingatkan kembali kepada Forkompimda Provinsi Papua yang terdiri dari Pangdam, Kapolda, Kajati, untuk terus bekerja sama lebih erat lagi guna mendorong penurunan jumlah kasus aktif. Apalagi penyelenggaraan PON XX sudah tinggal beberapa hari lagi. Pasalnya, walaupun terjadi perbaikan level asesmen di Kab. Dogiyai dan Keerom, kenaikan level masih terjadi di Kab. Lanny Jaya yaitu naik dari level 1 ke 3.

Airlangga juga menyoroti positivity rate yang masih cukup tinggi, terutama di Kabupaten Supiori sebesar 60,0 persen dan Mamberamo Tengah sebesar 33,3 persen. Oleh sebab itu, menurutnya jumlah testing masih harus ditingkatkan. Adapun capaian testing yang cukup tinggi hanya di Kabupaten Boven Digoel dan Kota Jayapura yang sudah lebih dari 80 persen.

Jika dilihat dari Zonasi Risiko, Provinsi Papua termasuk dalam Zonasi Risiko Sedang (Zona Oranye). Terdapat 15 Kab/Kota dengan Risiko Rendah (Zona Hijau), 14 Kab/Kota dengan Risiko Sedang (Zona Oranye). Sementara, tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) Provinsi Papua yaitu 36 persen, di atas BOR Nasional sebesar 22 persen.

"Sejumlah Kab/Kota BOR masih berada di atas 50 persen, terutama di Lanny Jaya dan Mappi (100 persen), Mimika, Tolikara, Boven Digul, Jayawijaya (>50 persen)," demikian ditulis dalam siaran resmi.

Pada capaian vaksinasi, per 2 September 2021, penyuntikan Dosis-1 di Papua sebesar 18,03 persen atau masih di bawah capaian nasional yaitu 31,32 persen.

Airlangga menekankan agar 70 persen masyarakat di 5 (lima) Kabupaten/Kota penyelenggara PON XX yaitu di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Merauke, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Keerom, minimal harus sudah menerima suntikan vaksin dosis pertama, sebelum dimulainya PON.

“Untuk 5 Kab/Kota yang terkait penyelenggaraan PON, minimal sudah harus 70 persen Dosis-1 sebelum PON dimulai, dan Dosis-2 akan segera kita kejar. Arahan Bapak Presiden, penonton yang belum vaksin tidak boleh masuk mengikuti PON. Karena itu masyarakat harus siap untuk divaksin segera,” jelasnya.

Pada Rakor tersebut, Pangdam XVII Cendrawasih dan Ketua DPRP Papua menyampaikan masukan perlunya penambahan jumlah PCR-Kit dan juga Mesin PCR, untuk mengantisipasi pelaksanaan PON yang memerlukan testing dan screening dalam upaya penerapan protokol kesehatan.

Di sela-sela Rakor tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis dari KPC-PEN kepada Pemerintah Provinsi Papua, berupa vitamin, obat-obatan dan masker.

Turut hadir secara fisik dalam Rakor tersebut yakni Menteri Perindustrian, Ketua Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19, Pimpinan Komisi IX DPR RI, Sesmenko Perekonomian, Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian, Ketua DPRD Papua, Kapolda Papua, Pangdam XVII Cendrawasih, Asisten II Bidang Perekonomian dan Kesra, Sekretaris Daerah Provinsi Papua dan Walikota Jayapura. Sedangkan para Bupati/ Wali Kota lainnya se-Provinsi Papua hadir secara virtual.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia