KPH Purbodiningrat Lepas Kontingen Pencak Silat DIY ke PON XX Papua

Atlet pencak silat DIY berfoto bersama Pengda IPSI DIY saat pelepasan kontingen yang diberangkatkan ke PON XX Papua, Jumat (17/9/2021). - Ist/IPSI DIY.
18 September 2021 09:17 WIB Sunartono Olahraga Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Ketua Umum Ikatan Pecak Silat Indonesia (IPSI) DIY KPH Purbodiningrat melepas kontingen DIY yang akan berkompetisi di PON XX Papua, Jumat (17/9/2021) sore. IPSI DIY akan memberikan bonus bagi atlet yang mendapatkan medali dengan menargetkan mampu memperbaiki perolehan medali pada PON X1X Jawa Barat silam.

KPH Purbodiningrat menjelaskan Pengda IPSI DIY mengirimkan 17 personel dalam PON XX Papua yang terdiri atas 11 atlet, empat pelatih dan dua orang yang akan berkontribusi menjadi wasit. Dari 11 atlet tersebut, sebanyak enam atlet putra akan bertanding kategori G serta kategori J selain itu kategori seni tunggal putra dan beregu.

BACA JUGA : Pemkot Jogja Salurkan Tali Asih pada Atlet dan Pelatih yang Berangkat di PON Papua 

“Kemudian untuk enam atlet putri akan bertanding pada kategori kelas B, C, D dan F serta kategori seni tunggal putri,” katanya, Jumat.

Purbodiningrat mengatakan pada gelaran PON XX Papua ini IPSI DIY berupaya untuk memperbaiki peroleh medali pada gelaran PON XIX sebelumnya. Menurutnya hampir semua kategori, atlet DIY memiliki peluang untuk mendapatkan medali.

“Kalau PON XIX DIY mendapatkan satu emas dan satu perunggu, taregt kami PON Papua ini harapannya mendapatkan medali yang lebih baik daripada yang sebelumnya. Ada peluang untuk menjadi lebih baik,” katanya.

IPSI DIY akan memberikan apresiasi bagi atlet yang mendapatkan medali di ajang PON XX Papua. Bagi yang mendapatkan emas akan diberi bonus Rp5 juta, perak Rp2,5 juta dan perunggu Rp1 juta. “Ini untuk memotivasi atlet,” ujarnya.

Pelatih IPSI DIY Bambang Mujiyono menambahkan persiapan para atlet telah dilakukan nyaris setiap hari pagi dan sore, mereka hanya libur saat Sabtu dan Minggu. Saat pandemi Covid-19, intensitas latihan sempat diturunkan sekitar satu bulan untuk menjaga imunitas para atlet. Namun latihan bersama kembali terus digelar sebagai persiapan PON Papua.

BACA JUGA : PON Papua 2020, Indonesia Bisa Belajar dari Olimpiade Tokyo

“Untuk sekarang relatif untuk pencak silat dominan merata, kalau dulu kan dominan daerah tertentu sekarang merata, tidak ada misal seluruh kelas didominasi daerah tertentu, kalau ada menonjol di kelas tertentu itu wajar,” ucapnya.