Simak! Sejarah Berdirinya Piala Sudirman, Penghormatan untuk Pendiri PBSI

Piala Sudirman - Antara
02 Oktober 2021 14:47 WIB Restu Wahyuning Asih Olahraga Share :

Harianjogja.com, SOLO - Piala Sudirman atau Sudirman Cup merupakan pertandingan bulu tangkis yang diselenggarkana dua tahun sekali. Sudirman Cup yang didirikan di Indonesia, dihadiri oleh negara-negara lain.

Setiap negara mengirimkan lima wakil dari lima nomor di bulu tangkis. Maksudnya adalah, lima nomor yang akan dipertandingkan yaitu tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.

Diketahui, dalam pertandingan Piala Sudirman para pemain tidak memperebutkan hadiah uang. Pemain kelas dunia tersebut hanya bertanding membela nama negara untuk memperoleh poin peringkat BWF.

Berdirinya Sudirman Cup

Melansir laman bwfsudirmancup.bwfbadminton.com, pertandingan bulu tangkis internasional ini dibuat sebagai penghormatan untuk almarhum Dick Sudirman yang sudah berjasa di sejarah bulu tangkis dunia.

Tak hanya sebagai mantan pemain, Dick Sudirman juga pendiri PBSI dan memiliki julukan bapak bulu tangkis Indonesia.

Awal mulanya, terdapat anggota yang menyatakan diri sebagai World Badminton Federation memisahkan diri dari IBF (nama awal BWF) di tahun 1978.

Perpisahan itu kemudian membuat aspirasi bulu tangkis untuk diikutsertakan dalam Olimpiade menjadi terancam.

Dick Sudirman akhirnya menjadi jembatan bagi kedua federasi untuk saling bertukar pikiran.

Hingga akhirnya di tahun 1981, kedua federasi berdamai dan bersatu kembali.

Setelah kematian Dick Sudirman, teman lama sekaligus Wakil Presiden PBSI kala itu, Suharso Suhandinata, menulis surat kepada Presiden IBF Arthur Jones.

Ia meminta IBF untuk mempertimbangkan digelarkan kompetisi bulu tangkis di Indonesia memakai nama Sudirman.

Di tahun 1988, IBF menerima ide perlombaan beregu campuran dunia untuk dilakukan di Indonesia.

Trofi

Piala atau trofi Sudirman Cup dibuat dari perak padat berlapis emas 22 karat dengan tinggi 80 cm.

Badan piala berdiri di atas alas segi delapan yang terbuat dari kayu jati terbaik. Badan cangkirnya berbentuk seperti kok, sedangkan tutupnya dirancang seperti Candi Borobudur.

Gagangnya berbentuk seperti benang sari, melambangkan benih bulutangkis.

Trofi tersebut dibuat oleh Perusahaan Masterix Bandung dengan biaya USD 15.000 (sekitar Rp 27 juta) saat diserahkan kepada Federasi Bulu Tangkis Internasional pada Mei 1989.

Pertandingan pertama

Di tahun 1989, Sudirman Cup diselenggarakan untuk pertama kali dengan menghadirkan Indonesia, Korea Selatan, Inggris, Malaysia, China, dan Denmark.

Piala Sudirman pertama kali digelar di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta pada 24-29 Mei 1989.

Pada kejuaraan tersebut, Indonesia berhasil tampil sebagai juara dengan mengalahkan Korea Selatan dengan nilai 3-2.

Saat itulah satu-satunya gelar Piala Sudirman yang pernah diraih Indonesia.

Sejak tahun 1991, Piala Sudirman secara bergantian direbut Korea Selatan dan China.

Korea menjadi juara pada tahun 1991, 1993, dan 2003 sedangkan China juara pada 1995, 1997, 1999, 2001, 2005, 2007, 2009, 2011, 2013 dan 2015.

China yang terus jadi favorit, harus rela dikalahkan oleh Korea pada 2017 dengan skor 3-2.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia