Hasil Piala Thomas Indonesia vs China: Selamat! Ginting Menang, Skor 1-0

Pebulutangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting/ANTARA FOTO - Sigid Kurniawan
17 Oktober 2021 20:37 WIB Andhika Anggoro Wening Olahraga Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Indonesia berhasil unggul 1-0 atas China di final Piala Thomas yang diadakan di Ceres Arena, Denmark, Minggu (17/10/2021) malam.

Poin pertama Indonesia diraih Anthony Sinisuka Ginting yang mengalahkan pemain China, Lu Guanzu dengan skor 18-21, 21-14, dan 21-16 dalam tempo 1 jam 16 menit.

Pertandingan tunggal putra antara Ginting vs Lu Guangzu berlangsung menarik karena kedua pemain langsung mengambil inisiatif menyerang.

Lu yang kini menempati peringkat 27 dunia membuat kejutan setelah unggul 7-5, 9-7 dan 11-8 atas Ginting.

Ginting beberapa kali melakukan kesalahan sendiri di set pertama yang membuat Lu memimpin 13-10.

Ginting berhasil memperbaiki penampilannya hingga bisa menyusul 13-13 dengan lebih banyak bermain net untuk mendapatkan kesempatan untuk melakukan smes.

Lu berhasil kembali menjauh dengan beda dua angka 19-17 dan menutup set pertama dengan skor 21-18 setelah smes kerasnya ke arah kanan tidak bisa dikembalikan Ginting.

Di set kedua, Ginting mulai mengubah tempo menjadi lebih lambat dan mengambil alih jalannya pertandingan.

Taktik ini berhasil membawa pria kelahiran Cimahi 24 tahun lalu itu unggul 7-3 dan 9-3 dari Lu sebelum akhirnya menutup 11-5.

Ginting terus menjaga jarak angka dari Lu meski beberapa kali membuat kesalahan. Ginting akhirnya bisa membuat pertandingan menjadi rubber game dengan skor 21-14 setelah bola net Lu menyangkut.

Masuk di set ketiga, Ginting unggul 5-1 atas Lu lewat smes berkecepatan 381 km/jam. Ginting unggul 11-4 setelah bola dorongan Lu terlalu panjang dan keluar.

Setelah interval dan berpindah posisi, Lu mencoba menyerang dan tidak mau terbawa permainan Ginting dan berhasil meraih tiga angka menjadi 7-13.

Ginting terus memimpin atas Lu lewat pola permainan yang tidak banyak berubah dari set kedua.

"Ayo Ginting, ayo Ginting," terus dikumandangkan para suporter Indonesia.

Ginting akhirnya bisa memenangkan set ketiga dengan skor 21-16 sekaligus membawa Indonesia unggul 1-0 atas China di final Piala Thomas.

Setelah pertandingan ini akan ada pertarungan Fajar Alfian/Rian Ardianto yang menghadapi ganda putra China, He Ji Ting/Zhou Hao Dong.

Susunan pemain Indonesia vs China di final Piala Thomas:

Hasil Final Piala Thomas Indonesia vs China dan susunan pemain:

Match overview-
OrderEventINDONESIAINA-CHNCHINAScorePointsDuration
1MS1
Anthony Sinisuka GintingIndonesia
-
ChinaLu Guang Zu
18-21, 21-14, 1-01 jam 16 menit
2MD1
Fajar AlfianIndonesia
Muhammad Rian ArdiantoIndonesia
-
ChinaHe Ji Ting
ChinaZhou Hao Dong
3MS2
Jonatan ChristieIndonesia
-
ChinaLi Shi Feng
4MD2
Daniel MarthinIndonesia
Kevin Sanjaya SukamuljoIndonesia
-
ChinaLiu Cheng
ChinaWang Yi Lyu
5MS3
Shesar Hiren RhustavitoIndonesia
-
ChinaWeng Hong Yang

Perjalanan Indonesia dan China ke Final Piala Thomas

Indonesia berhadapan dengan China di Final Piala Thomas usai mengalahkan tuan rumah Denmark dengan skor 3-1 di Aarhus, Sabtu (16/10) malam.

Pertandingan Final Piala Thomas Indonesia vs China akan dilaksanakan Minggu (17/10) malam.

Di partai final, Indonesia akan bertemu China pada Minggu (17/10), yang berhasil mengalahkan Jepang dengan skor 3-1 di semifinal lainnya.

Dalam pertandingan tersebut, Jepang sempat unggul di partai pertama usai Kento Momota mengalahkan Shi Yuqi dari China yang mengundurkan diri dalam kedudukan 22-20, 20-5.

China kemudian meraih poin pertama dari ganda putra He Ji Ting/Zhou Hao Dong yang mengalahkan Takuro Hoki/Yuta Watanabe dengan skor 21-17, 7-21, dan 21-16.

China berbalik memimpin 2-1 setelah tunggal kedua mereka, Li Shi Feng menekuk Kanta Tsuneyama 21-17 dan 21-15.

Ganda putra Liu Chen/Wang Yi Lyu memastikan langkah ke China usah mematahkan perlawanan Akira Koga/Ttaichi Saito 21-11 dan 22-20.

Sementara itu Indonesia melaju ke final Piala Thomas usai mengalahkan Denmark dengan skor 3-1.

Kemenangan Indonesia ditentukan oleh ganda putra Fajar Alfian/Rian Ardianto yang memenangi partai keempat usai mengalahkan Mathias Christiansen/Frederik Soogard dalam pertarungan dua set dengan skor 21-14 dan 21-14 dalam tempo 38 menit.

Di pertandingan tersebut, Fajar/Rian yang menempati peringkat tujuh dunia mengontrol jalannya set pertama dengan unggul 14-11, 15-12, dan 17-12 lewat permainan menyerang.

Fajar/Rian peraih medali perak Asian Games 2018 akhirnya menang di set pertama dengan skor 21-14 dalam waktu 18 menit setelah bola depan Fajar masuk dengan manis ke daerah lawan.

Soogard/Christiansen kembali tertinggal dalam perolehan angka dari Fajar/Rian atau yang biasa disapa Fajri dengan skor 11-2 di set kedua.

Fajar/Rian akhirnya menutup set kedua dengan skor 21-14 sekaligus memastikan langkah Indonesia ke final.

Sebelumnya, Jonatan Christie yang menjadi tunggal putra kedua Indonesia menang atas wakil Denmark, Ander Antonsen.

Partai Jonatan Christie vs Anders Antonsen berlangsung menarik sejak awal. Jojo menang dramatis dalam pertandingan tiga set 25-23, 15-21, dan 21-16 dalam waktu 1 jam 40 menit.

Kedua pemain saling susul menyusul dalam perolehan angka, Antonsen memimpin 11-10 di set pertama usai smesnya ke arah tengah lapangan tidak bisa dikembalikan Jojo.

Jojo yang pernah meraih medali emas Asian Games 2018 bangkit setelah interval dan memimpin 13-11, 16-12, dan 17-12.

Antonsen yang kini menempati rangking tiga dunia mempercepat tempo dan bisa menyusul 16-17 dengan meraih empat angka beruntun.

Pertandingan Jojo vs Antonsen bikin senam jantung karena kedua pemain saling memberikan yang terbaik. Antonsen yang selalu ketinggalan dalam perolehan angka terus memepet poin Jojo hingga akhirnya membuat kedudukan imbang 20-20.

Jojo yang kini menempati peringkat tujuh dunia menang di set pertama lewat perjuangan dramatis dengan skor 25-23.

Jalannya set kedua tidak jauh beda dari game pertama yang saling kejar mengejar angka. Antonsen yang bermain agresif di set kedua untuk menyamakan kedudukan memimpin 11-7.

Selepas interval, Jojo mengejar ketertinggalan menjadi 12-13 lewat permainan relinya dan smes keras.

Antonsen kembali menjauh 18-14 dengan tidak mau terbawa pola permainan Jojo. Antonsen akhirnya menutup set kedua dengan skor 21-15.

Masuk di set ketiga, Antonsen menjauh 6-1 lewat permainan agresif. Tapi Jojo berhasil memimpin 13-11 sebelum kembali disamakan Antonsen 13-13.

Jojo bermain sangat baik di pertandingan ini dengan membuat Antonsen kelelahan. Bahkan Antonsen terkena kartu kuning akibat mengulur-ulur waktu.

Jojo akhir bisa menang dengan skor 21-16 setelah pukulan Antonsen out sekaligus membawa Indonesia unggul 2-1 atas Denmark.

Sementara itu poin pertama Indonesia diraih dari ganda nomor satu dunia, Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon yang mengalahkan Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmusen dengan skor 21-13, 10-21, dan 21-15 dalam waktu 55 menit.

Kevin/Marcus yang belum terkalahkan di ajang Piala Thomas bermain apik di set pertama dengan tidak memberikan Kim/Rasmussen berkembang sejak awal. Kevin/Marcus memimpin 11-6 dan 14-9.

Kim/Rasmussen mendekat dengan skor 13-14 setelah mereka tidak membiarkan Kevin/Marcus mengambil alih serangan dan bermain cepat.

Kevin/Marcus yang berjuluk Minion bangkit dan kembali melesat dengan merapatkan pertahanan dan unggul di set pertama dengan skor 21-13 setelah smes keras Kevin tidak dapat dikembalikan Kim.

Masuk di set kedua, Perolehan angka Kevin/Marcus vs Kim/Rasmussen berjalan ketat 5-5, 7-7. Kim/Rasmussen menjauh dan memimpin 11-9 setelah bola pengembalian Marcus menyangkut di net.

Usai interval, permainan Kevin/Marcus mengendur, dengan tidak banyak menyerang, mengangkat bola, dan melakukan kesalahan. Kim/Rasmussen menutup set ketiga dengan skor yang mencolok 21-10.

Masuk di set ketiga, Kevin/Marcus mengambil inisiatif serangan dan memimpin 10-4 sebelum menutup 11-7.

Selepas interval, Kevin/Marcus langsung tancap gas dengan tidak menurunkan tempo pertandingan dan memimpin 14-9.

Kevin/Marcus akhirnya bisa menutup set ketiga dengan kemenangan 21-15 sekaligus membuat skor Indonesia vs Denmark 1-1.

Denmark sempat unggul 1-0 atas Indonesia setelah Viktor Axelsen mengalahkan tunggal putra pertama Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting dengan skor 21-8,

Perolehan poin Axelsen dan Ginting sempat ketat di awal laga dengan skor 4-4. Tetapi Axelsen yang baru saja meraih medali emas Olimpiade Tokyo bermain percaya diri dan melesat dengan memimpin 11-6 lewat smes ke arah backhand Ginting.

Selepas interval, Ginting belum bisa menembus pertahanan rapat yang dikembangkan Axelsen. Ginting kerap kali membuat kesalahan sendiri yang membuat poin Axelsen terus bertambah.

Axelsen akhirnya menutup set pertama dengan skor 21-9 dalam waktu 19 menit setelah smes menyilang Ginting out.

Masuk di set kedua, Ginting mempercepat tempo dan lebih banyak menyerang. Meski mencoba berbagai cara, Axelsen masih bisa mengembalikan semua pukulan Ginting. Pemain terbaik Denmark itu memimpin 11-7 atas Ginting.

Ginting mencoba mengubah taktik dengan lebih banyak bermain reli dan membuat Axelsen ke pojok lapangan lewat lob serang.

Tapi selisih poin yang sudah jauh membuat Axelsen akhirnya menutup set kedua dengan skor 21-15 sekaligus membawa Denmark unggul 1-0 atas Indonesia di semifinal Piala Thomas.

Jika menilik dari kekuatan yang dimiliki China saat ini, Indonesia layak diunggulkan jadi juara. Menilik dari komposisi pemain yang bertanding di semifinal, China hanya mempunyai satu pemain yang ada di posisi 10 besar dunia yaitu Shi Yuqi.

Selain itu ada Li Shi Feng di posisi 65 dunia dan Lu Guangzu di peringkat 27 rangking BWF. Sedangkan di sektor ganda putra, China, melakukan kejutan besar tidak menyertakan pemain-pemain seperti Li Junhui/Liu Yuchen.

China memainkan nama-nama baru untuk diandalkan seperti He Ji Ting/Zhou Hao Dong dan Liu Chen/Wang Yi Lyu.

Jadi jika dibandikan kekuatan Indonesia yang memang ditempatkan di posisi satu, harusnya Skuad Merah-Putih bisa menjadi juara. Pasalnya, di nomor tunggal dan ganda, kekuatan Indonesia dinilai sangat merata.

Tapi Indonesia jangan lengah, pasalnya pasukan muda China sudah bisa menumbangkan Jepang, Thailand, dan India. Indonesia harus  memaksimalkan di semua nomor termasuk Anthony Ginting yang akan bertemu Shi Yuqi di partai pertama.

Pertarungan Ginting vs Shi Yuqi yang paling diingat di Asian Games 2018. Saat itu Ginting mengalami kram parah di angka-angka kritis. Kini saatnya Ginting membalas kekalahan tersebut.

Jika melihat dari performa di pertandingan Indonesia vs Denmark, susunan pemain yang diturunkan skuad Garuda sepertinya tidak akan ada perubahan.

Tunggal putra 1
Anthony Sinisuka Ginting

Ganda putra 1
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo

Tunggal putra 2
Jonatan Christie

Ganda putra 2
Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto

Tunggal putra 3
Shesar Hiren Rhustavito

Indonesia sendiri dua kali menang dan tiga kali kalah dalam pertemuan di Final Piala Thomas melawan China. Pertemuan Indonesia vs China di partai final terakhir kali terjadi pada tahun 2010 dengan hasil kalah 0-3. Bisakah Indonesia membalas kekalahan 11 tahun lalu dari China?

Hasil semifinal Piala Thomas, Indonesia vs Denmark dan susunan pemain:

Match overview-
OrderEventINDONESIAINA-DENDENMARKScorePointsDuration
1MS1
Anthony Sinisuka GintingIndonesia
-
DenmarkViktor Axelsen
9-21, 15-210-145 menit
2MD1
Marcus Fernaldi GideonIndonesia
Kevin Sanjaya SukamuljoIndonesia
-
DenmarkKim Astrup
DenmarkAnders Skaarup Rasmussen
21-13, 10-21, 21-151-155 menit
3MS2
Jonatan ChristieIndonesia
-
DenmarkAnders Antonsen
25-23, 15-21, 21-162-11 jam 40 menit
4MD2
Fajar AlfianIndonesia
Muhammad Rian ArdiantoIndonesia
-
DenmarkMathias Christiansen
DenmarkFrederik Søgaard
21-14, 21-143-138 menit
5MS3
Shesar Hiren RhustavitoIndonesia
-
DenmarkHans-Kristian Solberg Vittinghus

Sumber : Bisnis.com