Menpora Minta Maaf karena Penyerahan Piala Thomas Tanpa Bendera Merah Putih

Menpora Zainudin Amali, didampingi Menteri BUMN Erick Thohir dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas di Mimika Sport Centre, Mimika, Senin (4/10/2021). - Antara
18 Oktober 2021 16:17 WIB Jaffry Prabu Prakoso Olahraga Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali meminta maaf karena upacara penghormatan pemenang (UPP) Piala Thomas tanpa pengibaran bendera merah Putih. 

Menurut dia, pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kejadian iitu meminta maaf. Harusnya, semua pihak bisa menikmati kegembiraan setelah harus menunggu selama dua dekade Piala Thomas kembali ke pangkuan.

“Tapi kegembiraan itu berkurang, karena kita tidak bisa menyaksikan bendera merah putih dikibarkan,” katanya pada konferensi pers, Senin (18/10/2021).

Hal serupa juga disampaikan Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI). Sekretaris Jenderal LADI Dessy Rosmelita bahkan juga meminta maaf kepada Presiden Joko Widodo.

“Insyaallah LADI dengan tim akan mempercepat langkah dan bisa bebaskan dari ban dan compalin dari WADA [World Anti-Doping Agency].

Sanksi kepada Indonesia bemula pada surat yang dikirim WADA kepada LADI pada 15 September. WADA menilai Indonesia tidak patuh pada aturan standar program pengujian antidoping WADA.

Indonesia dinilai tidak bisa memenuhi kewajiban standar test doping plan (TDP) pada 2020. Dampaknya, WADA memberi sanksi kepada Indonesia, salah satunya tidak dapat mengibarkan bendera merah putih saat memenangi kejuaraan.

Sanksi berlaku selama satu tahun dari 8 Oktober 2021 sampai 8 Oktober 2022.

Sumber : JIBI/Bisnis.com