Puluhan Atlet Peparnas DIY Jalani Pemeriksaan Kesehatan di Labkes

Salah satu atlet Peparnas asal DIY sedang menjalani tes PCR di Balai Labkes DIY, Selasa (19/10/2021). - Harian Jogja/Sunartono
20 Oktober 2021 06:27 WIB Sunartono Olahraga Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Sebanyak 87 atlet Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) asal DIY menjalani pemeriksaan kesehatan dan tes PCR di Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi (Labkes) DIY, Selasa (19/10/2021). Pemeriksaan itu dilakukan untuk persiapan atlet menjalani karantina sebelum diberangkatkan ke menuju ke Peparnas XVI Papua.

Kepala Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi DIY Setyarini Hestu Lestari menyatakan lembaganya berkomitmen membantu atlet paralimpiade DIY yang akan berlaga di Peparnas XVI Papua agar tetap terjaga kesehatannya dan terhindar dari Covid-19. Pemeriksaan PCR pun dilakukan secara bertahap kemudian para atlet akan melakukan beberapa rangkaian karantina sebelum berangkat ke Papua. Melalui proses ini harapannya kondisi kesehatan atlet dapat terpantau dengan baik.

BACA JUGA : Paralimpiade Tokyo 2020 Resmi Ditutup, Sampai Jumpa 

“Sebelum berangkat ke Papua kami lakukan tes PCR, kemudian saat masuk asrama juga akan kami PCR lagi, kemudian sepulang dari Papua juga akan kami lakukan pemeriksaan lagi termasuk kami tambahi pemeriksaan Malaria,” katanya, Selasa (19/10/2021).

Tes diagnostik cepat Malaria juga akan dilakukan kepada para atlet setelah nantinya pulang dari Papua. Pemeriksaan Malaria dilakukan karena Papua merupakan daerah endemi. Selain itu di DIY ada salah satu daerah yang masuk kategori endemi Malaria. Pemeriksaan itu bertujuan itu untuk memastikan bahwa atlet dalam kondisi bebas Malaria.

“Sehingga kami membantu Dinkes DIY untuk menjadi surveillance migrasi orang yang dari endemis Malaria datang ke DIY harus dilakukan pemeriksaan dan memastikan para atlet dalam kondisi sehat,” katanya.

Ketua National Paralympic Committe (NPC) DIY Hariyanto menambahkan pemeriksaan kesehatan melalui PCR ini diikuti 87 atlet Peparnas untuk mendeteksi kemungkinan adanya atlet yang terpapar Covid-19. Jika ada yang terkonfirmasi positif, masih ada waktu untuk diupayakan penyembuhan. Para atlet akan mengikuti karantina pada 28 Oktober 2021 dan sehari sebelumnya kembali dilakukan pemeriksaan. Kemudian pemeriksaan ulang digelar lagi pada 1 November 2021 atau sehari sebelum pemberangkatan ke Papua.

“Saat pulang juga nanti akan diperiksa kembali kesehatannya untuk memastikan atlet sehat, kemudian mengikuti ketentuan aturan dinas, mereka harus karantina lagi,” ucapnya.

BACA JUGA : Tukar Kenangan, Jokowi Dapat Raket dari Leani Ratri

Ia menambahkan atlet yang dikirim ke Papua berasal dari beragam latar belakang disabilitas, antara lain tuna daksa, tuna netra, tuna rungu dan tuna grahita yang akan bertanding pada delapan cabang olahraga. Antara lain angkat berat, atletik, bulu tangkis, panahan, tenis meja, tenis kursi roda.

“Kalau targetnya kami berusaha untuk mempertahankan perolehan pada Peparnas 2016 yang saat itu 15 medali emas, intinya berusaha mempertahankan apa yang kami raih di 2016,” ujarnya.