Jadi Penyelenggara POR BAPOMI, UAD Cari Bibit-Bibit Pecatur

POR Bapomi DIY cabor catur diselenggarakan di kampus UAD, Sabtu (27/11) hingga Minggu (28/11). - Ist.
28 November 2021 17:57 WIB Lajeng Padmaratri Olahraga Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (POR Bapomi) DIY 2021 dalam cabang olahraga catur. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari pada Sabtu (27/11) hingga Minggu (28/11/2021).

Warek Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UAD, Gatot Sugiarto mengatakan ada 43 peserta dari 15 perguruan tinggi yang ikut dalam kompetisi catur ini. Mereka terbagi dalam empat kategori yaitu catur perorangan cepat putra, catur perorangan cepat putri, catur perorangan kilat putra, dan catur perorangan kilat putri.

"UAD mendapatkan amanah menyelenggarakan kompetisi catur ini dari Bapomi DIY. Ajang ini sebenarnya program rutin Bapomi, rutin 2 tahunan. Harusnya diselenggarakan 2020 kemarin, tapi karena situasi pandemi, kita tunda untuk diselenggarakan tahun ini," tutur Gatot kepada Harian Jogja, Minggu.

Selain catur, ada sembilan cabor lain yang dipertandingkan di 10 kampus berbeda. Lebih lanjut, penyelenggaraan POR ini bisa menjadi kesempatan untuk melihat potensi atlet dari kalangan mahasiswa. Harapannya, akan muncul bibit-bibit pecatur yang bisa mewakili DIY.

"Pengalaman kami, saat 2018 UAD juga menyelenggarakan kompetisi catur dari Bapomi ini, salah satu juaranya bisa mewakili DIY di PON Papua kemarin dan meraih emas. Artinya, atlet dari kalangan mahasiswa ini punya potensi yang bagus untuk dikembangkan," lanjutnya.

Gatot menyebut para pecatur ini ditargetkan bisa melaju ke ajang yang lebih tinggi. Misalnya Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) yang akan diselenggarakan di Sumatera Barat pada 2022 mendatang.

Dalam gelaran POR Bapomi DIY tahun ini, UAD mengirimkan empat perwakilan untuk masing-masing kategori kompetisi catur. Meski pembinaan bakatnya belum dilakukan dalam suatu wadah kegiatan mahasiswa, Gatot berharap ajang ini bisa dijadikan patokan untuk menjaring pecatur dari UAD dengan lebih baik.

"UAD belum punya unit kegiatan mahasiswa untuk catur. Harapannya dari penjaringan ini kita bisa tahu potensi catur di UAD seperti apa. Kalau potensinya besar, tidak ada salahnya juga jika kita bentuk kegiatan mahasiswa yang akan fokus pada catur," imbuhnya.