Sabar, Kunci Ginting Taklukkan Kento Momota di Piala Thomas 2022

Pebulutangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting mengembalikan kok ke arah tunggal Guatemala Kevin Cordon dalam perebutan medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Senin (2/8/2021). - ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
14 Mei 2022 10:27 WIB Newswire Olahraga Share :

Harianjogja.com, SOLO - Anthony Sinisuka Ginting berhasil menaklukan pebulu tangkis peringkat dua dunia, Kento Momota, dalam semifinal Piala Thomas 2022 pada Jumat (13/5/2022). Bermain sebagai tunggal pertama di Impact Arena Bangkok, Thailand, Ginting mengakui bahwa kemenangan diraihnya tak lain berkat strategi bermain sabar.

Meski harus memainkan laga rubber gim, Ginting berhasil menang dengan skor 21-13, 14-21, dan 21-12 dalam waktu 82 menit. Kemenangan itu pun sekaligus membawa Indonesia unggul 1-0 atas tim Jepang.

"Pertama saya mengucapkan syukur bisa main lebih baik dan memberikan kemenangan untuk Indonesia. Dari gim pertama saya memang menekan dan main dalam strategi menyerang, tapi tetap harus sabar kalau menghadapi Momota. Jadi tidak perlu buru-buru ambil poin," kata Ginting setelah pertandingan.

Pada gim pertama, Ginting berusaha menekan lewat permainan zona depan yang diwarnai dengan adu netting. Momota, yang terkenal ulet dan punya pertahanan yang baik, beberapa kali mati langkah saat wakil Indonesia melakukan pukulan tipuan.

Ginting tahu betul bahwa teknik tipuannya sulit untuk dihalau oleh Momota, sehingga ia lebih nyaman tanpa harus memberikan smes keras yang justru bisa dihalau oleh lawannya dengan mudah.

"Tadi di gim pertama saya coba menyerang, lebih banyak yang tembusnya. Dari situ saya makin percaya diri untuk terus menekan. Sayang di gim kedua saya menang angin, dia lebih enak mainnya," kata Ginting.

Setelah berganti sisi lapangan, permainan pebulu tangkis peringkat lima memang tidak begitu baik. Pukulan yang dilakukan lebih mudah diprediksi oleh Momota. Ginting yang semula unggul, berbalik tertinggal di gim kedua.

"Soalnya di sisi [lapangan] Momota lebih enak, saya juga kurang sabar. Sudah tahu posisi saya tidak enak malah mau menyerang, akhirnya dia yang balas terus," tutur dia.

Pada gim penentu, Ginting berupaya tampil lebih maksimal dengan berusaha mendulang poin sebanyak mungkin karena berada pada sisi lapangan yang kalah angin. Paruh awal gim ketiga ia manfaatkan dengan baik dan mampu memimpin 13-2.

Pada paruh akhir, Kento Momota masih berusaha mengejar ketertinggalan. Namun, Ginting tetap menggenjot performanya.

"Pada gim ketiga sebisa mungkin dapat poin sebanyaknya di paruh awal, dan lebih yakin untuk pakai strategi yang tepat saat menang angin. Selain itu saya lebih sering pukul ke arah kanan dia karena kan kidal ya, makanya dia lebih susah untuk mengembalikan," kata Ginting.

Sumber : Antara