Advertisement

BULU TANGKIS SEA GAMES 2021: Gagal di Beregu, Saatnya Bangkit di Perorangan

Andhika Anggoro Wening
Rabu, 18 Mei 2022 - 23:07 WIB
Arief Junianto
BULU TANGKIS SEA GAMES 2021: Gagal di Beregu, Saatnya Bangkit di Perorangan Chico Aura Dwi Wardoyo. - JIBI/PBSI

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA--Ketiga tunggal putra Indonesia, Chico Aura Dwi Wardoyo, Christian Adinata dan Bobby Setiabudi gagal menyumbang angka ketika Indonesia dikalahkan Thailand dengan skor 2-3 di babak semifinal Sea Games 2021, Selasa (17/5/2022).

“Tadi saya lihat untuk ganda putra sudah oke. Hanya sedikit saja evaluasinya yaitu tidak boleh terlalu rileks kalau sudah unggul. Ini bahaya kalau sampai tersusul jadi harus fokus dari awal sampai akhir,” buka Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Rionny Mainaky, Rabu (18/5/2022).

“Untuk tunggal putra, saya melihat tekanannya terlalu berat jadi mainnya tidak bisa maksimal. Serba ragu-ragu mau main apa, terlihat sekali di Chico dan Christian,” lanjut Rionny.

BACA JUGA: Kalah dari Thailand, Tim Bulu Tangkis Putri Indonesia Harus Puas dengan Perak SEA Games 2021

Adik dari Richard Mainaky ini secara khusus mengevaluasi penampilan Bobby yang turun di laga penentuan. “Untuk Bobby, tadi start sudah bagus tapi ketika lawan naik sedikit, tekanan berbalik. Nah itu rasa takutnya tidak hilang-hilang hingga akhir, jadi dia tidak bisa keluar dari tekanan,” kata dia. 

Rionny juga menekankan untuk para pemain agar terus belajar menyelesaikan sendiri masalah di lapangan. “Tadi saya sudah briefing mereka, saya tekankan untuk terus belajar untuk mengatasi masalah di lapangan. Dimulainya harus sejak dari latihan, bagaimana mencari solusi ketika tidak enak. Jadilah psikolog sendiri karena saat pertandingan hanya mereka yang bisa menyelesaikannya sendiri, kita yang di luar tidak bisa bantu banyak,” ucap Rionny.

BACA JUGA: ATLETIK SEA GAMES 2021: Gagal di Estafet, Zohri Bidik Emas di Nomor 100 Meter

Dalam kesempatan yang sama, pelatih tunggal putra Harry Hartono juga mengevaluasi penampilan anak asuhnya. Harry, begitu dia akrab disapa, menyoroti faktor kesiapan mental sebagai kunci kemenangan dalam turnamen beregu.

“Di beregu ini memang dibutuhkan pikiran dan mental yang benar-benar siap. Secara peringkat memang tunggal pertama dan kedua kita masih di bawah mereka,” kata Harry.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Kian Serius Siapkan Piala Indonesia, PSSI "Sowan" ke Menpora

Sepakbola
| Minggu, 03 Juli 2022, 21:57 WIB

Advertisement

alt

7 Makanan Indonesia Favorit Dunia

Wisata
| Sabtu, 02 Juli 2022, 11:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement