Advertisement

Rayakan Juara di Mandalika, Ini Profil Alvaro Bautista, Mantan Rekan Setim Rossi di MotoGP

Taufan Bara Mukti
Minggu, 13 November 2022 - 19:27 WIB
Arief Junianto
Rayakan Juara di Mandalika, Ini Profil Alvaro Bautista, Mantan Rekan Setim Rossi di MotoGP Alvaro Bautista berselebrasi setelah mengunci gelar Juara Dunia WSBK 2022 di Pertamina Mandalika International Street Circuit, KEK Mandalika, Minggu (13/11/2022). - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Pembalap Ducati Aruba.it Racing Alvaro Bautista menjadi juara dunia World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika, berikut profilnya.

Alvaro Bautista, pembalap Ducati Aruba.it Racing, resmi menjadi juara dunia World Superbike (WSBK) seusai Race 2 di Sirkuit Mandalika, Minggu (13/11/2022).

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Alvaro Bautista finis di posisi kedua WSBK Mandalika, di belakang Toprak Razgatlioglu.

Hasil itu cukup untuk membuat Bautista mengangkat gelar juara dunia WSBK musim 2022.

Bautista unggul 66 poin atas Toprak dengan total 487 angka. Poin itu tak mungkin terkejar lagi dengan satu seri tersisa di WSBK Australia pekan depan.

BACA JUGA: Penonton Mulai Padati Final Race WSBK Mandalika 2022

Ini adalah gelar WSBK pertama Alvaro Bautista, sekaligus mematahkan dominasi Toprak yang merupakan juara bertahan kompetisi ini.

Profil Alvaro Bautista

Advertisement

Alvaro Bautista berselebrasi setelah mengunci gelar Juara Dunia WSBK 2022 di Pertamina Mandalika International Street Circuit, KEK Mandalika, Minggu (13/11/2022)./Antara

Alvaro Bautista lahir di Talavera de la Reina, Spanyol, pada 21 November 1984. Dia mengatakan, sejak usia tiga tahun dirinya sudah belajar mengendarai sepeda motor.

Bautista pun mengikuti kejuaraan balap junior dan menyabet posisi runner-up saat usianya baru delapan tahun. Gelar juara junior disabet Bautista pada usia 11 tahun.

Advertisement

Bakat besar Bautista di dunia balap membawanya tampil di Grand Prix (GP) kelas 125cc pada 2003 bersama tim Aprilia.

Hanya butuh tiga tahun sejak debut, pada 2006 Bautista menyabet gelar juara dunia GP 125cc.

Mulai saat itu ia pun naik ke kelas 250 CC sebelum menembus MotoGP pada 2010 di tim Suzuki.

Meski bergelimang prestasi di level 125 CC dan 500 CC, performa Bautista tak terlalu menonjol di MotoGP.

Advertisement

Alih-alih juara, Bautista justru kerap mengalami kecelakaan hingga membuatnya cedera. Cedera paling terkenal yang ia alami barangkali adalah pada MotoGP Qatar 2011 yang membuatnya patah tulang.

Pada 2013 Bautista juga pernah terlibat kecelakaan seusai bersenggolan dengan Valentino Rossi yang merupakan rekan setimnya kala itu di MotoGP Italia.

Ada beberapa tim yang dibela Bautista di MotoGP, antara lain Suzuki (2010-2011), Honda (2012-2014), Aprilia (2015-2016), dan Ducati (2017-2018).

Advertisement

BACA JUGA: WSBK Mandalika 2022: Bautista Bisa Rayakan Gelar Juara di Indonesia

Dia kemudian banting setir ke WSBK pada 2019 bersama tim Ducati Aruba.it Racing. Di kelas WSBK Bautista menemukan kembali performa terbaiknya.

Betapa tidak, Bautista meraih 11 kemenangan beruntun hingga menyabet runner-up WSBK 2019.

Performa apik Bautista berlanjut pada 2020 dan 2021 meski gagal juara dalam dua musim tersebut.

Kini pada WSBK 2022 pembalap 37 tahun itu akhirnya melengkapi lemari pialanya dengan gelar juara dunia yang ia dapatkan di Sirkuit Mandalika.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Untuk Maroko, Bono Rela Kepala Sobek hingga Hilang Penglihatan

Sepakbola
| Rabu, 07 Desember 2022, 08:17 WIB

Advertisement

alt

Menyantap Kuliner Khas Sambil Menjelajahi Wisata Alam di Curug Gedhe Gunungkidul

Wisata
| Rabu, 07 Desember 2022, 05:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement