Borong 8 Medali, Ini Persembahan Atlet Sragen untuk Negeri

Atlet Sragen, Mayahening Mutiara Dewi (kedua dari kanan) meraih gelar juara dalam kejuaraan Persahabatan Internasional Taekwondo Ansan Cup 2 2019 di Ansan, Korea Selatan. (Istimewa)
13 Juli 2019 14:27 WIB Chrisna Chaniscara Olahraga Share :

Harianjogja.com, SRAGEN--Dalam ajang Persahabatan Internasional Taekwondo Ansan Cup 2 2019 di Ansan, Korea Selatan (Korsel) akhir pekan lalu, taekwondoin asal Kabupaten Sragen berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan memborong delapan medali,  tiga di antaranya adalah medali emas.

Gelar juara dipersembahkan dari nomor kyorugi atas nama Ahmad Dzaki Yasson Tohari (SMP Muh Al Qalam Gemolong), Ridho Lauza Eka Wardana (MIN 9 Sragen) serta Mayahening Mutiara Dewi (SMPN 1 Sragen). Mayahening juga menyandang predikat pemain terbaik putri dalam turnamen. 

Adapun medali perak disumbangkan Salsabila Asyifa (SMPN 2 Sragen) di nomor poomsae serta Liafiardiva Rasikah An Khanam (Gemolong) di nomor kyorugi. Sementara tiga medali perunggu diperoleh Huntea Radu Santugo (SMPN 1 Sragen), Nurul Latifah (SMPN 1 Sragen) dan Akhiles Laurientcius (SMPN 1 Gemolong).

Ofisial tim dari Bhirawa Sragen, Heri Adi Prabowo, mengatakan prestasi yang diraih para atlet sangat menggembirakan karena ini kali pertama Sragen mengikuti kejuaraan taekwondo di luar negeri. Selain Sragen, Kabupaten Sukoharjo menjadi daerah yang turut berpartisipasi di kejuaraan internasional tersebut. 

Heri mengatakan lawan-lawan yang dihadapi kontingennya relatif kuat mulai dari atlet tuan rumah Korsel, Tiongkok, Malaysia hingga Kirgiztan. “Salah satu alasan kami pilih Ansan karena tim taekwondo mereka pernah berkunjung ke Sragen dua kali,” ujar Heri kepada Solopos.com, Jumat (12/7/2019).

Pihaknya berharap kegiatan serupa bisa rutin dilakukan untuk menambah pengalaman sekaligus memotivasi para atlet Sragen untuk berprestasi, terutama di kancah internasional. Selain mengikuti turnamen, kontingen Sragen sempat mengikuti pemusatan latihan selama dua hari di Ansan dan Kukkiwon. 

“Mengirimkan atlet ke luar negeri bisa menjadi ajang menambah jam terbang dan pengalaman,” ucap Heri yang didampingi sejawatnya, Purnomo, ketika terbang ke Ansan. 

Sumber : solopos.com