Rute Baru Jadi Tantangan Terberat di Baron 10K

Lomba lari Baron 10K, Minggu (8/9/2019). - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
08 September 2019 18:27 WIB Rahmat Jiwandono Olahraga Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Minggu (8/9/2019) pagi, Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul masih basah setelah diguyur hujan pada malam hari. Matahari tak begitu terik karena tertutup awan.

Cuaca ini cocok untuk berolahraga. Ribuan orang dengan nomor di dada sudah siap di garis start. Begitu bendera start dikibarkan, peserta lomba lari Baron 10K langsung melesat sekuat tenaga.

Setidaknya tercatat 3.100 orang yang ikut berlari di Baron 10K. Mereka terbagi ke dalam kategori umum nasional, umum lokal, SMA/SMK, SMP, dan siswa SD.

Dua tahun yang lalu, lokasi start Baron 10K berada dari Pantai Baron, kali ini diubah di JJLS. Penyebabnya, jumlah peserta semakin bertambah dan pada hari Minggu, Baron penuh dengan wisatawan.

Perubahan rute lari sepanjang 10 kilometer benar-benar menguras energi para peserta. Rata-rata setiap peserta membutuhkan waktu sekitar 20 menit hingga satu jam untuk tiba di garis finis.

Peserta lomba pertama adalah murid-murid SD se-Kabupaten Gunungkidul. Mereka dilepas Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul Bahron Rasyid.

Rute lima kilometer pertama adalah tanjakan naik turun. Tenaga para pelari terkuras. Lima kilometer sisanya adalah jalan yang menurun. Banyak peserta yang jatuh lemas setibanya di garis finis. Petugas SAR Linmas Wilayah II telah siaga dengan menyediakan tandu untuk membawa peserta yang kelelahan.

Hermawan mengaku kelelahan seusai mencapai garis finish akibat perubahan rute. Pria yang sudah tiga kali mengikuti Baron 10K ini gagal mengulang apa yang pernah diraihnya.  “Tiga tahun lalu saya juara pertama, tapi pada tahun ini saya tidak dapat nomor. Mungkin cuma belasan aja,” ujar pelari dari Salatiga ini.

Menurut Hermawan, jalan menanjak sepanjang lima kilometer menguras energinya. “Kalau lima kilometer sisanya lebih enak karena jalannya menurun,” katanya.

Bupati Gunungkidul Badingah menyebut keikutsertaan atlet dari luar Gunungkidul di Baron 10K akan memotivasi atlet lokal.

“Atlet di sini bisa dibina sejak usia dini,” kata dia kepada Harian Jogja, Minggu (8/9)

Selain untuk kepentingan olahraga, Baron 10K juga punya manfaat lain. Badingah mengatakan turnamen lari ini turut mempromosikan wisata di Bumi Handayani.

“Karena yang datang tidak hanya dari DIY,” ujarnya.

Acara tersebut diadakan pada pagi hari agar peserta lari bisa bermalam di Gunungkidul. Dengan begitu, lama kunjungan wisatawan bertambah.

Kepala Disdikpora Gunungkidul Bahron Rasyid mengatakan Baron 10K bertepatan dengan peringatan Hari Olaharaga Nasional (Haornas).

Pemenang lomba lari kategori umum nasional putri 10 orang, umum nasional putra 10 orang, umum lokal putra 15 orang, umum lokal putri 15 orang, SMA/SMK putra 15 orang, SMA/SMK putri 10 orang,  SMP putra 15 orang,  SMP putri 15 orang, SD putra 10 orang, dan SD putri 12 orang.